Membunuh waktu dengan melakukan hal-hal yang nyaris tidak berguna. Quille masih saja dimainkan lincah oleh kedua jari yang sesekali menyilang, membuat putarannya berhenti, dan bergerak ke arah sebaliknya. Matanya masih tertancap pada sebuah layar lebar berwarna putih dengan aksen metalic yang terlihat memenuhi sisi layar. Suara seperti gesekan gabus masih terdengar dalam damai, menayangkan informasi mengenai kedatangan dan kepulangan manusia-manusia di dunia maya. Entitas, entah apa gadis itu menyebutnya. Dia tidak peduli. Tapi dia lebih tidak peduli kepada dirinya sendiri, seperti pecundang.
Kalau bisa meminta tiga permintaan, kau bakal minta apa?
Hahaha. Menarik, tapi sayangnya gadis itu tidak percaya yang begituan. Lagipula dia lagi tidak antusias untuk-
Hanya permainan, sekalian membunuh waktu.
Oke-oke, well, kalau bisa minta tiga permintaan...
Sepertinya keinginan pertama yang akan diminta gadis berkuncir kuda itu adalah kuda poni.
Hahaha, jangan begitu ah. Tidak mungkin gadis diatas tigabelas ini mau minta barang tidak berguna seperti itu. Untuk apa? well, sekarang ayo kita serius. # Permintaan pertama ya? hm... Bagaimana kalau kehidupan abadi dan awet muda? Jujur, sebenarnya gadis ini selalu takut menghadap hal sakral macam begini. Tidak ada jalan untuk menghindarinya, semua manusia pasti akan mati. Begitu kata ayah, dan gadispun menyerah. Membungkan seribu kata. Menyimpan pertanyaan implisit dalam setiap gerakannya, menimbulkan refleks senyum getir yang skeptis pada setiap individu lain yang memberi senyuman tulus padanya. Masih bisa senyum begitu, memangnya tidak takut mati kau?
Oke, lanjut saja. Tidak menarik mendengarkan pembicaraan tua seperti itu.
# Permintaan kedua, rasanya jadi manusia terkaya tanpa dosa? hahaha. Otaknya macet, butuh mekanis sepertinya. Feel untuk mengetik menghilang begitu saja, sebodo dengan mereka yang berhenti menikmatinya. Benda ini ngadat, sudah berdebu sejak lama. Manusia cinta uang, bukan begitu? semua butuh uang, tidak usah mengelak. Dan kadang uang itu pasti digunakan untuk hal-hal yang menyimpang, bukan? jadi relatif berhubungan saja. Fragmen-fragmen negatif yang mungkin terpintas dalam otak kalian mungkin saja terjadi, tapi rasanya jika kau tidak punya dosa... Siapa peduli?
# Permintaan tiga, tiga permintaan lagi.
Well, mau bilang apa? sifat dasar manusia itu serakah, bukan?
Sepertinya keinginan pertama yang akan diminta gadis berkuncir kuda itu adalah kuda poni.
Hahaha, jangan begitu ah. Tidak mungkin gadis diatas tigabelas ini mau minta barang tidak berguna seperti itu. Untuk apa? well, sekarang ayo kita serius. # Permintaan pertama ya? hm... Bagaimana kalau kehidupan abadi dan awet muda? Jujur, sebenarnya gadis ini selalu takut menghadap hal sakral macam begini. Tidak ada jalan untuk menghindarinya, semua manusia pasti akan mati. Begitu kata ayah, dan gadispun menyerah. Membungkan seribu kata. Menyimpan pertanyaan implisit dalam setiap gerakannya, menimbulkan refleks senyum getir yang skeptis pada setiap individu lain yang memberi senyuman tulus padanya. Masih bisa senyum begitu, memangnya tidak takut mati kau?
Oke, lanjut saja. Tidak menarik mendengarkan pembicaraan tua seperti itu.
# Permintaan kedua, rasanya jadi manusia terkaya tanpa dosa? hahaha. Otaknya macet, butuh mekanis sepertinya. Feel untuk mengetik menghilang begitu saja, sebodo dengan mereka yang berhenti menikmatinya. Benda ini ngadat, sudah berdebu sejak lama. Manusia cinta uang, bukan begitu? semua butuh uang, tidak usah mengelak. Dan kadang uang itu pasti digunakan untuk hal-hal yang menyimpang, bukan? jadi relatif berhubungan saja. Fragmen-fragmen negatif yang mungkin terpintas dalam otak kalian mungkin saja terjadi, tapi rasanya jika kau tidak punya dosa... Siapa peduli?
# Permintaan tiga, tiga permintaan lagi.
Well, mau bilang apa? sifat dasar manusia itu serakah, bukan?
__Hah.
No comments:
Post a Comment