Friday, August 7, 2009

Malam ini malam aneh.

Hari semakin gelap; dan diriku semakin tertutup.

Tidak ada suara. Hanya ketikan jari dan keyboard yang beradu ketika aku menulis blog dalam kesunyian malam ini. Tidak ada yang berarti darinya, hanya ritual yang sudah lama ditinggalkannya. Karena kalian tahu? Entitas seperti diriku yang memiliki lebih banyak inspirasi menulis di malam hari, atau tengah malam. Dalam waktu yan tak penting dijelaskan, asal langit hitam belum berubah menjadi oranye, biru dan ungu, dan selama jantung ini masih berdetak seirama dengan jarum jam maka...

Tulisan ini sia-sia; ditengah kebingungan massa.

Malam ini diriku dan lima dari kelompokku ditugaskan untuk membaut sebuah tugas ekonomi yaitu dengan mempresentasikan sebuah Business plan yang harus diselesaikan dalam dua hari. Sesuai dengan Deja Vu yang sering kualami saat nyaris subuh atau detik-detik terakhir menuju kesadaran setelah tertidur. Menyeramkan? iya. Dan diriku sendiri tidak mengerti bagaimana seorang aku yang tidak pernah mendapat asupan apapun tentang hal macam ini tiba-tiba harus mempresentasikan sebuah struktur management dan biaya Advertising akhirnya mengerutkan kening. Pada mulanya memang terasa berat, namun setelah mendapat pencerahan dari orang seberang (baca : kakak) akhirnya aku mulai merasa bahwa tugas ini semakin mudah.

Mudah; mudah apanya? sampah.

Bagi manusia tak brotak dan berpikrian abstrak seperti aku yang hanya ingin mendapat yang sempurna tanpa banyak usaha ini rasanya ini begitu berat. Mungkin memang berlebihan tapi memang itulah yang kurasakan. Jauh, jauh dari angan-angan menuju kedewasaan dan sikap yang jauh dari keabstrakan dan mulai berpikir analisi dan terprogam. Sial, sejak kapan dia mulai membenci dirinya sendiri?


" Hanya waktu yang bisa menjawab semua itu. Titik."

No comments:

Post a Comment