Hm....
Satu tarikan nafas panjang penuh arti mengawali hidup gw yang sekarang ini lagi enjoy-enjoynya menyandang status 'pengangguran sementara' yang lebih mirip tahanan kota. Dan nggak kerasa dalam waktu hitungan jari, gw akan menjadi manusia Putih- Abu-abu alias : ANAK SMA. Gw mendengus, menyadari betapa indahnya hidup gw dan menyedihkannya hidup gw. Bersyukur menjadi spesies homo sapiens sejati yang sehabitat dengan orang-orang yang hangat dan kadang membingungkan. Orang-orang yang kadang mengerti dan kadang moody. Tertarik? Tentu aja. Gw bakal mencoba ngajak loe ke dunia gw. Dunia yang ngga ada apa-apanya dibandingkan dengan Ed Westwick maupun Blair Waldrof(apseh), yang penting gw bakal ngasih tau sebuah cerita. Cerita tentang hidup gw yang penuh masalah.
Berawal dari suatu pagi yang indah, dimana seorang anak debil stadium 4 yang menetap bersama sepasang nyokie-bokie yang sibuk dan kakak (sok) SMA di sebuah hunian nyaman yang jaraknya ke sekolah sendiri udah mau nyaingin Jakarta-Bandung. Yeah, butuh kesabaran ekstra untuk orang-orang seperti gue. Harus duduk manis di mobil selama 1 setengah jam penuh, belum pulang dari sekolah. Beeeh. Tapi hal-hal kayak begitu cuma permulaan, nah sekarang yang jadi masalah adalah :
Bagaimana masalah-masalah itu memberi keuntungan buat gue?
Yeah, merupakan sebuah kesulitan tersendiri (nyaris membuat saya gila) kalau-kalau komputer intel gw tiba-tba ngambek, alias nggak mau nyala, alias Mati. Pasalnya, kalo hal itu sampe terjadi, itu berarti gw terpaksa harus meminjam laptop nyokap yang indahnya pake modem dari Korea, udah rada-rada abal, susah dapet sinyal, suka kena virus, sering di servis, (dilempar bantal sama nyokap) oh Lupakan.
Hari-hari gw kemarin sebagai Pelajar SMP tingkat tiga yang 'menyenangkan' dimana gw harus bangun jam empat pagi (ayam aja masih ngorok) cuma buat beres-beres persiapan sekolah. Huh... cukup melelahkan, tapi cukup menyenangkan kok. Soalnya gw jadi bisa liat sunrise tiap pagi pas di jalan tol yang suasanyanya bener-bener lenggang. Sekalian gw juga suka buka kaca seenaknya terus menyembulkan kepala gw dari balik kaca dan melihat panorama menakjubkan di jalan tol yang kiri-kanannya pohon-pohon sejenis yang tertata rapi. Serasa perjuangan gw bangun pagi terbayar semua.
Lalu. Pas nyampe sekolah pun masalah gw belum berakhir, dimana setiap ada PM (Pertambahan Materi) jam enam pagi ya tentu alhasil selalu terlambat. Belum lagi kalo guru PM yang ngajar lagi 'killer', bisa abis-lah gw tengak-tenguk di depan kelas sampe jam PM selesai (kecuali kalo gw lagi males, suka masuk ke kelas adek kelas dengan sewena-wena.) Malah kadang ada temen yang senasib juga, jadi ngga sepi-sepi amat. Gw jadi bisa saling ngobrol dan ngga jarang juga cekikikan didepan kelas (emang ngga tau malu) karena ngejayus bedua. Kadang kalo lagi kompak(satu telat, telat semua), gw suka ngakak sendiri. Dan gue ngerasa.. Ah, untuk yang ini terbayar juga.
Well, hari gw belum berakhir mon cherie. Di sekolah sendiri ngga jarang gw di ledekin sama temen-temen(baca: tong sampah serbaguna) yang ngga jarang suka gw lemparin kacang kalo gw lagi males ngeladenin. Oia, lalu pernah-kah kalian bertanya; kenapa musti tong sampah serbaguna? Ya jelas. Mereka semua kan udah kea tempat sampah buat guw. Tempat untuk saling berbagi apa aja (termasuk bagi-bagi cerita, permen, aqua gelas, mie instan, sampe PR) sama gw. Itu semua menyenangkan. Harap maklum, kelas gw isinya cuma 13 ekor. Jadi mau nggak mau ya (harusnya sih ya) kompak. Tapi pada kenyataannya, kami yang ber-IQ tinggi dan ber-EQ jongkok, nggak jarang suka kehilangan kontrol emosi alias berantem. Dan bukan sebuah kejarangan bagi kami untuk saling jadi backstabber yang sering membuat gw sendiri kadang kecewa sama mereka (bahkan untuk hal-hal tertentu, gw kecewa sama diri gw sendiri). Tapi gw mikir lagi, ngga ada manusia yang sempurna 'kan? dan ngga ada juga manusia yang ngga luput dari kesalahan, bukan? Itu dia. Jadi gw anggep bukan salah mereka juga, mereka cuma belum ngerti.
Oke. Let's talk about my ordinary life. Just a normal life as another common teenagers who wants to be anything she wants to be. Five years ago, i dreamed that i would be an artist or a success designer; but also wanted to be a singer and a dentist at the same time? It makes me hard to choose one ideals that i really want. My own destiny. I have to choose.
Wets. I thinki it's time for me to stop blogging (my sister is barking; ask for me to turn off the computer right now, or she'll bite my leg) So, we'll se again next time. Hope you enjoy my blog (dan mudah-mudahan ngga dicekal sama polisi karena dianggap mencemarkan nama baik sendiri)
Ahahaha. I'd love to see new peoples (especially those Puppet Masters)...
Best regards from Maggie Pixies as a student from Slytherin.
Bye.
Satu tarikan nafas panjang penuh arti mengawali hidup gw yang sekarang ini lagi enjoy-enjoynya menyandang status 'pengangguran sementara' yang lebih mirip tahanan kota. Dan nggak kerasa dalam waktu hitungan jari, gw akan menjadi manusia Putih- Abu-abu alias : ANAK SMA. Gw mendengus, menyadari betapa indahnya hidup gw dan menyedihkannya hidup gw. Bersyukur menjadi spesies homo sapiens sejati yang sehabitat dengan orang-orang yang hangat dan kadang membingungkan. Orang-orang yang kadang mengerti dan kadang moody. Tertarik? Tentu aja. Gw bakal mencoba ngajak loe ke dunia gw. Dunia yang ngga ada apa-apanya dibandingkan dengan Ed Westwick maupun Blair Waldrof(apseh), yang penting gw bakal ngasih tau sebuah cerita. Cerita tentang hidup gw yang penuh masalah.
Berawal dari suatu pagi yang indah, dimana seorang anak debil stadium 4 yang menetap bersama sepasang nyokie-bokie yang sibuk dan kakak (sok) SMA di sebuah hunian nyaman yang jaraknya ke sekolah sendiri udah mau nyaingin Jakarta-Bandung. Yeah, butuh kesabaran ekstra untuk orang-orang seperti gue. Harus duduk manis di mobil selama 1 setengah jam penuh, belum pulang dari sekolah. Beeeh. Tapi hal-hal kayak begitu cuma permulaan, nah sekarang yang jadi masalah adalah :
Bagaimana masalah-masalah itu memberi keuntungan buat gue?
Yeah, merupakan sebuah kesulitan tersendiri (nyaris membuat saya gila) kalau-kalau komputer intel gw tiba-tba ngambek, alias nggak mau nyala, alias Mati. Pasalnya, kalo hal itu sampe terjadi, itu berarti gw terpaksa harus meminjam laptop nyokap yang indahnya pake modem dari Korea, udah rada-rada abal, susah dapet sinyal, suka kena virus, sering di servis, (dilempar bantal sama nyokap) oh Lupakan.
Hari-hari gw kemarin sebagai Pelajar SMP tingkat tiga yang 'menyenangkan' dimana gw harus bangun jam empat pagi (ayam aja masih ngorok) cuma buat beres-beres persiapan sekolah. Huh... cukup melelahkan, tapi cukup menyenangkan kok. Soalnya gw jadi bisa liat sunrise tiap pagi pas di jalan tol yang suasanyanya bener-bener lenggang. Sekalian gw juga suka buka kaca seenaknya terus menyembulkan kepala gw dari balik kaca dan melihat panorama menakjubkan di jalan tol yang kiri-kanannya pohon-pohon sejenis yang tertata rapi. Serasa perjuangan gw bangun pagi terbayar semua.
Lalu. Pas nyampe sekolah pun masalah gw belum berakhir, dimana setiap ada PM (Pertambahan Materi) jam enam pagi ya tentu alhasil selalu terlambat. Belum lagi kalo guru PM yang ngajar lagi 'killer', bisa abis-lah gw tengak-tenguk di depan kelas sampe jam PM selesai (kecuali kalo gw lagi males, suka masuk ke kelas adek kelas dengan sewena-wena.) Malah kadang ada temen yang senasib juga, jadi ngga sepi-sepi amat. Gw jadi bisa saling ngobrol dan ngga jarang juga cekikikan didepan kelas (emang ngga tau malu) karena ngejayus bedua. Kadang kalo lagi kompak(satu telat, telat semua), gw suka ngakak sendiri. Dan gue ngerasa.. Ah, untuk yang ini terbayar juga.
Well, hari gw belum berakhir mon cherie. Di sekolah sendiri ngga jarang gw di ledekin sama temen-temen(baca: tong sampah serbaguna) yang ngga jarang suka gw lemparin kacang kalo gw lagi males ngeladenin. Oia, lalu pernah-kah kalian bertanya; kenapa musti tong sampah serbaguna? Ya jelas. Mereka semua kan udah kea tempat sampah buat guw. Tempat untuk saling berbagi apa aja (termasuk bagi-bagi cerita, permen, aqua gelas, mie instan, sampe PR) sama gw. Itu semua menyenangkan. Harap maklum, kelas gw isinya cuma 13 ekor. Jadi mau nggak mau ya (harusnya sih ya) kompak. Tapi pada kenyataannya, kami yang ber-IQ tinggi dan ber-EQ jongkok, nggak jarang suka kehilangan kontrol emosi alias berantem. Dan bukan sebuah kejarangan bagi kami untuk saling jadi backstabber yang sering membuat gw sendiri kadang kecewa sama mereka (bahkan untuk hal-hal tertentu, gw kecewa sama diri gw sendiri). Tapi gw mikir lagi, ngga ada manusia yang sempurna 'kan? dan ngga ada juga manusia yang ngga luput dari kesalahan, bukan? Itu dia. Jadi gw anggep bukan salah mereka juga, mereka cuma belum ngerti.
Oke. Let's talk about my ordinary life. Just a normal life as another common teenagers who wants to be anything she wants to be. Five years ago, i dreamed that i would be an artist or a success designer; but also wanted to be a singer and a dentist at the same time? It makes me hard to choose one ideals that i really want. My own destiny. I have to choose.
Wets. I thinki it's time for me to stop blogging (my sister is barking; ask for me to turn off the computer right now, or she'll bite my leg) So, we'll se again next time. Hope you enjoy my blog (dan mudah-mudahan ngga dicekal sama polisi karena dianggap mencemarkan nama baik sendiri)
Ahahaha. I'd love to see new peoples (especially those Puppet Masters)...
Best regards from Maggie Pixies as a student from Slytherin.
Bye.
No comments:
Post a Comment