Friday, September 16, 2011

Reborn

Kembalilah, keping yang hilang itu.

Ketika dorongan kuat dari suara-suara penyendiri menjatuhkannya dalam boulevard keheningan. Keping yang telah lama bergerilya didalam selembar kain putih yang melayang atas kuasa maha besar, melindungi kepingan emas yang teronggok di sisi jalan, tak dianggap, diacuhkan, sendirian dengan harapan untuk bertahan dari kejahatan bumi dibalik matanya yang buta. Dia membisu. Dia menyaksikan kembali putaran-putaran lama dan dansa-dansa masa lalu, berjaya dalam kemahsyuran dan keganjilan sebuah angka. Pendewasaan prematur. Kekanakan alot. Sepertiga dari kepingan yang mulai layu karena dimakan waktu bersinar dan memanggil lirih, menjemput rindu yang syahdu. Kertas melayang. Kata-kata menghilang. Uap tipis menelan kepingan yang terakhir, menggoda kepingan ini untuk tidur kembali dengan tenang. Momen abadi. Hidup mandiri. Berubah. Warnanya tak lagi sama. Mereka menari dalam simfoni, menendang-nendang udara, bergerilya di pagi buta. Dimana-mana. Bahtera mimpi akan segera menjemput dengan layar-layar mereka yang sobek.

Metamorfosa kepingan adalah sesuatu yang tidak ingin kau kenali. Re-born.

Esensinya tidak akan sama lagi.

No comments:

Post a Comment